Langsung ke konten utama

Macam Alergi Produk Susu, Gejala serta Penanganan Paling Tepat


Produk susu utamanya susu sapi yang banyak ditawarkan di beragam tempat jual susu bayi faktanya tak selalu kompatibel dengan masing-masing bayi ya. Ada beberapa bayi tertentu yang memiliki kecenderungan untuk menolak produk susu sapi tersebut lantaran banyak sebab. Berikut ini dua sebab paling sering terjadi kenapa bayi menolak susu sapi ya.
Intoleransi Laktosa
Nah ini penyebab utama kenapa bayi tak kompatibel dengan susu sapi dalam skala yang ringan dan tak begitu fatal namun tetap harus diberikan perhatian khusus ya. Laktosa sendiri merupakan jenis gula yang terdapat dalam susu mamalia yang kemudian akan diolah tubuh dengan bantuan enzim laktase. Laktosa tersebut akan berubah jadi glukosa atau galaktosa.
Namun laktosa yang tak bisa diuraikan oleh tubuh justru akan membuat tanda negatif untuk bayi. Biasanya hal ini tersebab lantaran kurang berfungsi baiknya enzim laktase pada bayi newborn sehingga menyebabkan serangkaian gejala gangguan tak normal. ASI juga tak luput dari kandungan laktosa ya, namun dalam ASI juga telah sekaligus terkandung enzim laktase.
Gejala yang mungkin timbul yakni serangkaian gangguan pencernaan ringan misal bayi mengalami diare dengan feses encer dan berbusa. Perut kembung, nyeri perut menyerupai gejala kolik serta sering buang gas dalam kurun waktu beberapa menit atau jam setelah menyusu. Meskipun tak begitu fatal namun gejala tersebut harus segera mendapat perhatian.
Usahakan untuk memberi bayi asupan susu minim laktosa atau berikan susu soya atau kedelai dengan jumlah laktosa nol persen. Susu tersebut memiliki kandungan gula sukrosa dan sirup jagung yang aman. Perhatikan juga MPASI jangan sampai memiliki kandungan laktosa tinggi. Berikan opsi makanan sehat lain untuk memenuhi kebutuhan kalsium misal tahu ya.
Alergi Protein Sapi
Produk susu sapi yang banyak ditawarkan di tempat jual susu bayi juga bisa menyebabkan alergi fatal pada bayi dengan kebutuhan medis khusus. Protein sapi berupa rantai kompleks yang bisa ditanggapi sebagai mikroba allergen oleh sistem imunitas tubuhnya. Hal inilah yang kemudian akan menimbulkan reaksi perlawanan dengan muncul beragam gejala khas.
Gejala tersebut akan menyerang sistem kulit, sistem cerna maupun juga sistem napas si kecil. Gejala yang timbul bisa sangat cepat serta juga lambat. Bisa mulai muncul dalam hitungan menit, jam maupun juga hari paska meminum produk khususnya susu sapi. Bisa terjadi eksim kulit maupun bintik serta kemerahan. Juga masalah perut misal konstipasi atau bahkan diare.
Dapat juga menyebabkan gangguan napas semisal bersin, susah napas, mata merah dan seterusnya. Bayi dengan kondisi ini memerlukan penanganan dokter dan menghindari produk protein sapi di luar jenis susu bayi. Diharapkan info ini bisa menambah wawasan untuk lebih jeli dan waspada dalam menentukan pilihan produk yang ditawarkan tempat jual susu bayi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal KTA dan Mudahnya Melakukan Pinjaman di Tunaiku

Berbicara tentang peminjaman uang pada jaman sekarang ini tidak akan lepas dari yang namanya kredit tanpa agunan atau yang sering disingkat dengan KTA, semakin banyaknya minat menggunakan pinjaman dengan KTA merupakan hal yang cukup wajar, karena calon nasabah tidak perlu menggadaikan atau mempersiapkan suatu aset untuk jaminannya, apalagi sekarang ini sudah muncul kta tanpa kartu kredit.

Ada berbagai kebutuhan yang bisa dipenuhi jika menggunakan KTA, misalnya seperti

Modal Usaha Tidak sedikit pengusaha yang menggunakan jasa ini untuk menambah modal usahanya dikarenakan kelebihannya yang tidak membutuhkan aset untuk peminjaman. Pastinya ini akan sangat cocok bagi Anda yang baru memulai usaha dan membutuhkan modal. Hanya saja satu hal yang perlu diingat, peminjaman dengan cara ini memiliki bunga tersendiri, jadi pastikan sebelumnya jika pendapatannya bisa untuk cicilan KTA setiap bulannya.

Sebagai Dana Darurat KTA juga memiliki kelebihan berupa pencairan dana yang lebih cepat dibandingkan p…

Kecanduan Mi Instan Kurang Baik Bagi Kesehatan

Drama, film hingga reality show asal Korea Selatan senantiasa disisipi dengan adegan menyantap mi instan. Dari situ, masyarakat mulai berbondong-bondong mengunjungi toko-toko terdekat untuk mencari mi instan atau yang dikenal juga dengan nama ramyeon.
Aku tidak peduli dengan penelitian. Tidak akan ada yang dapat menghentikanku menikmati mi instan ini.” ujar Kim Min-koo, seorang editor film yang senantiasa menyantap mi instan sebanyak lima kali dalam seminggu.

Kim menambahkan, “Rasanya, aromanya, tekstur mi nya – semuanya terasa sempurna.”

Fenomena mi instan juga populer di negeri Paman Sam. Namun, tidak seperti di Korea Selatan atau negara Asia lainnya, mi instan di Amerika hanya dijadikan selingan, bukan makanan utama.

Sebuah rumah sakit di Dallas, Texas, Baylor Heart and Vascular Hospital meneliti kaitan mi instan yang dikonsumsi oleh kebanyakan masyarakat Korea Selatan dengan penyakit jantung.

Studi yang dilakukan oleh Baylor Heart and Vascular Hospital tersebut jelas menimbulkan reaksi…